Batik Inklusif Boyolali Tampil di Panggung Dunia: Pertamina Dorong Karya Difabel ke World Expo 2025 – Dalam upaya memperkuat inklusivitas dan pemberdayaan masyarakat, PT Pertamina (Persero) kembali menunjukkan komitmennya melalui dukungan terhadap kelompok difabel pembatik asal Boyolali, Jawa Tengah. Kelompok Sriekandi Patra Boyolali, yang terdiri dari penyandang disabilitas, berhasil tampil memukau di ajang bergengsi World Expo 2025 di Osaka, Jepang, membawa batik sebagai simbol budaya sekaligus bukti bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berkarya dan berprestasi.
Sriekandi Patra Boyolali: Batik yang Lahir dari Semangat Tanpa Batas
Kelompok Sriekandi Patra Boyolali merupakan mitra binaan Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah sejak tahun 2017. Terdiri dari tujuh penyandang disabilitas dengan latar belakang beragam—mulai dari tuna daksa, tuna wicara, hingga tuna grahita—mereka bersatu dalam semangat untuk menghasilkan karya batik yang berkualitas tinggi dan sarat makna.
Didampingi oleh tiga relawan pengurus, kelompok ini telah menciptakan berbagai motif batik khas, termasuk motif Lembu Patra, yang terinspirasi dari sapi Boyolali sebagai simbol kesejahteraan. Motif ini bahkan telah mendapatkan pengakuan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Kementerian Hukum dan HAM sejak 2019.
World Expo 2025 Osaka: Panggung Internasional untuk Batik Difabel
Dalam sesi Cultural Performance di Paviliun Indonesia, salah satu olympus slot anggota Sriekandi Patra, Sri Sulastri, tampil membatik secara langsung di hadapan puluhan pengunjung internasional. Dengan canting di tangan, ia memperlihatkan proses membatik layaknya seorang maestro seni. Penampilannya bukan hanya memukau, tetapi juga menyentuh hati banyak orang, membuktikan bahwa seni batik bisa menjadi medium inklusif yang merangkul semua kalangan.
Sri mengaku bangga dan terharu bisa membawa batik ke pentas dunia. Ia juga mengapresiasi pelaksanaan expo yang tertib dan terorganisasi, serta menyebut dukungan Pertamina sebagai kunci keberhasilannya tampil di ajang internasional.
Komitmen Pertamina: Inklusivitas dan Keberlanjutan
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko bonus new member Santoso, menegaskan bahwa keikutsertaan kelompok difabel ini merupakan bagian dari Asta Cita Pemerintah dalam memperkuat peran perempuan dan penyandang disabilitas. Pertamina secara berkelanjutan memberikan pelatihan, pembinaan, dan promosi agar sahabat difabel bisa mandiri, maju, dan dikenal di pentas global.
Program ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
- Tujuan ke-4: Pendidikan Berkualitas
- Tujuan ke-10: Mengurangi Ketimpangan
Prestasi Internasional: Pengakuan Dunia atas Karya Difabel
Karya Sriekandi Patra Boyolali telah mendapat penghargaan internasional, di antaranya:
- Gold Award dalam kategori Equal Opportunities di The CSR Excellence Awards London 2024
- Best Community Program di The Global CSR Awards 2023
Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kreativitas dan semangat inklusif dari kelompok difabel Indonesia mampu bersaing dan diakui di tingkat dunia.
Dampak Sosial dan Ekonomi: Batik sebagai Medium Pemberdayaan
Dukungan Pertamina terhadap batik difabel Boyolali bukan hanya berdampak pada pengakuan seni, tetapi juga:
- 💼 Meningkatkan pendapatan kelompok difabel melalui penjualan batik
- 🎓 Memberikan pelatihan keterampilan yang berkelanjutan
- 🌍 Membuka akses pasar internasional bagi produk lokal inklusif
- 🤝 Membangun kepercayaan diri dan kemandirian para penyandang disabilitas
Penutup: Batik Difabel Boyolali, Simbol Harapan dan Ketangguhan
Batik bukan hanya kain, tetapi cerita. Dan batik difabel Boyolali adalah kisah tentang harapan, ketangguhan, dan inklusivitas. Melalui dukungan Pertamina spaceman, kelompok Sriekandi Patra telah membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak membatasi kreativitas dan prestasi.
World Expo 2025 menjadi panggung pembuktian bahwa Indonesia memiliki warisan budaya yang inklusif dan layak dibanggakan di mata dunia. Batik difabel Boyolali bukan hanya tampil, tetapi juga menginspirasi.